Persyaratan akustik pada Auditorium
- Adanya kekerasan (loudness)
- Energi bunyi terdistribusi secara merata.
- Memberikan karakteristik dengung yang optimum.
- Ruang harus bebas dari cacat akustik.
- Meminimalisir bising dan getaran.
- Kekerasan ( loudness )
- Auditorium harus dekat dengan sumber bunyi
- Sumber bunyi harus dinaikkan
- Tempat duduk harus lebih landai
- Sumber bunyi dikelilingi permukaan pemantul bunyi
- Menimalkan luas dan volume lantai
- Permukaan paralel jauh dari sumber bunyi
- Tempat penonton harus lebih strategis
- Sumber bunyi utama dan tambahan memiliki permukaan pemantul bunyi
- Memanage pemantul bunyi dengan benar
2. Difusi bunyifaktor pendukung distribusi bunyi :- Dinding yang bergerigi
- Kotak-kotak yang menonjol
- Bukaan jendela yang dalam
- Dekorasi permukaan yang dipahat
- Langit-langit yang ditutup
3. Pengendalian dengung- Suatu auditorium harus bereaksi terhadap bunyi yang di inginkan, meningkatkan dan memperpanjang bunyi asli.
- Karakteristik dengung optimum ruang tergantung volume dan fungsi ruang.
- Bahan penyerapan bunyi harus di pasang sepanjang permukaan batas auditorium yang mempunyai kemungkinan besar menghasilkan cacat akustik.
- Perhitungan dengung, pemilihan dan distribusi lapisan-lapisan akustik tergantung pada pertimbangan-pertimbangan akustik yang harus diberikan.
4. Eliminasi cacat akustik ruang.
cacat akustik ruang yang harus di hilangkan adalah :- Gema ( adalah pengulangan bunyi asli yang jelas dan sangat tidak di sukai).
- Pemantulan yang berkepanjangan (sama seperti gema tetapi penundaan waktu antara penerima bunyi langsung dan bunyi pantul agak lebih singkat).
- Gaung (gema-gema kecil yang berurutan dengan cepat.
- Pemusatan bunyi (di sebabkan oleh pemantulanbunyi pada permukaan cekung.
- Ruang gandeng (coupled spaces) (ruang antara auditorium dengan disampingnya yg dengung.
- Distorsi (perubahan kualitas bunyi yang tidak dikehendaki)
- Resonansi ruang (terjadi bila bunyi tertentu dalam pita frekuensi lain.
- Bayangan bunyi
- Serambi bisikan
cacat-cacat akustik dalam auditorium. (1) gema. (2) pemantulan bunyi dengan waktu tunda yang berkepanjangan. (3) bayang-bayang bunyi. (4) pemusatan bunyi.

